"SELAMAT DATANG DI BLOG SMK PELAYARAN WIRA SAMUDERA"
Alamat :
Jl. Kokrosono No. 70-A Semarang - Kode Pos 50179 - Telp./Faks. (024) 3559552
Kota Semarang - Jawa Tengah

Rabu, 25 April 2012

PENGEMUDIAN KAPAL

Pengemudian Kapal

Pengemudian kapal adalah bagian tugas navigator yang penting. Maksudnya membawa kapal ke garis haluan yang telah di tentukan dan untuk menahannya di situ. Hal ini dapat di kontrol dengan acuan ekstern, seperti garis suar, garis - indeks paralel atau nilai - documenter tetap.

  • Jika navigator melihat garis suar terbuka, gema acuan meninggalkan acuan indeks paralel atau penunjuk dokumenter berubah, maka dengan memberikan aba - aba kemudi. Ia merubah haluan demikian, sehinggal setelah berselang waktu tertentu, kedua suar dilihat berimpit kembali, gema kembali kepada indeks paralel, atau dibrikan lagi dokumenter tetap. Jika kita tidak mendapatkan acuan ekstern ini, kapal dapat di kemudikan sedemikian rupa agar Hd (atau - jika perlu - Hp - nya) dapat di tahan konstan. Selebihnya ini tidak menjamin bahwa kita mengikuti jalur.
  • Loksodrom tertentu, tetapi untuk sementara, yaitu antara dua penentuan - PPM adalah mencukupi (PPM = Posisi Paling Mendekati).
  • Mengikuti lintas lengkung mengakibatkan bahwa Hs jadi juga Hd (atau Hp) berubah secara kontinu. kecepatan - perubahan ∆ Hs dapat di tunjukan oleh " Rate Of Turn Indicator". ( ROTI ).
  • Pengemudian pada lintas lengkung ini sekarang dapat terlaksana demikian, sehinggap dapat dapat di pertahankan ∆ Hs / ∆ w yang konstan. Dalam proses pengemudian, navigator dapat dibantu oleh jurumudi atau dapat menggunakan outomat pengemudian. Dalam kedua keadaan ini berlaku bahwa ia harus mengenal baik sifat pengemudian dari kapalnya. Dalam keadaan yang pertama agar dapat memberikan aba - aba yang benar kepada juru mudi pada waktunya, dan pada keadaan yang kedua, agar dapat menyetel otomat pengemudian secara optimal.

Perilaku Pengemudian Kapal

Kapal dalam keadaan berlayar tidak akan - tanpa tindakan apapun - dapat berlayar terus, dengan kata lain mengikuti lintas di atas air pada arah membujur kapal, juga tidak tanpa adanya pengaruh gangguan dari angin atau ombak. Hal ini di sebabkan karena badan kapal tidak secara sempurna simetris, dan sebagai akibat dari kerjanya baling - baling.
  • Kapal yang mempunyai baling - baling tunggal akan mengalami gejala perubahan haluan ke kanan, Untuk dapat menstabilkan HS (Haluan Sejati) kapal atau mengendalikannya, diperlukan unsur - unsur pengemudian. Di dalam termasuk kemudi, baling - baling yang memberikan tenaga dorong dan baling - baling haluan atau baling - baling samping. Baling - baling pendorong, baling - baling haluan atau baling - baling samping merupakan organ "Pengemudian yang Aktif". Sebaliknya, kemudi merupakan organ pengemudian yang pasif, yaitu jika kita inginkan dampak dari kemudi, harus ada air yang cukup yang lewat dengan kecepatan yang cukup, ini terjadi jika kapal sedang laju (berlayar), tetapi juga dapat terjadi pada kapal berhenti dengan menjalankan baling - baling pendorong. Secara "Fundamental" gerakan yang di lakukan oleh kapal adalah "Gaya Hidrodinamis" yang berkerja pada kapal. Gaya - gaya ini terjadi karena air yang melewatinya. Arus air ini dipengaruhi oleh organ - organ pengemudian.

Gaya Dan Momen Yang Penting Untuk Perilaku Pengemudian

Untuk mempelajari gaya - gaya dan momen - momen, yang bekerja pada kapal adalah sangat praktis untuk memilih tatasumbu yang terikat tetap pada kapal, sebagai titik awal kita ambil titik tengah masa G dari kapal, poros - x positif berada, membujur kapal ke depan, poros - y positif melintang kapal ke kanan dan poros- z positif vertikal ke bawah, mengingat bahwa arus yang homogen tidak berpengaruh pada gerakan kapal terhadap air, tanpa merusak kesepakatan umum, dapat kita anggap bahwa tidak ada arus.

Gaya yang berkerja pada kapal adalah sebagai berikut :

  1. Gaya dorongan Fs yang dibangkitkan oleh baling - baling, bekerja pada arah - x positif.
  2. Selanjutnya terdapat gaya tahan yang dialami kapal dari air yang mengalir melewatinya, yang di sebut "Gaya Gandeng Fw yang bekerja pada arah - x negatif. Jika sudut rimban rb # 0 badan kapal akan mengalami gaya Hidrodinamis Fh yang dapat kita urai dalam arah poros - poros. Akhirnya pada sudut kemudi δ # 0 terdapat gaya FR pada kemudi yang di sebabkan air yang mengalir melewatinya, yang juga kita dapat uraikan menjadi komponen melintang FRY dan komponen membujur FRX jadi sekarang pada arah - x kita dapati :
Fx = Fs + FW+ FWX + FRX
Dan pada arah - Y FY = FNY + FRY
Disamping itu , FR dan FN menimbulkan momen - momen pada poros - z yang menyebabkan berputarnya kapal.
Komponen - komponen darinya memberikan bantuan pada Fx dan Fy lagi pula pada momen M. Yang sangat penting artinya untuk pengemudian. Gaya - gaya Fx dan Fy dan momen Hidrosdinamis tergantung dengan cara yang rumit pada kecepatan dan percepatan pada arah -x dan -y, lagi pula pada sudut kemudi δ dan kecepatan sudut kemudi δ. Gaya - gaya yang dibangkitkan oleh angin, kecuali pada kecepatan angin dan laju kapal, tergantung pada besarnya permukaan yang tegak lurus pada arah poros - poros dan SKKn dari arah angin. Komponen -y dari gaya airodinamis menyebabkan adanya momen - momen terhadap poros -z. Momen ini memainkan peran yang penting dalam pengemudian. Hanyutan yang disebabkan oleh komponen - komponen -y adalah yang berupa sudut rimban.

sumber : http://aspek-kapal.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar