"SELAMAT DATANG DI BLOG SMK PELAYARAN WIRA SAMUDERA"
Alamat :
Jl. Kokrosono No. 70-A Semarang - Kode Pos 50179 - Telp./Faks. (024) 3559552
Kota Semarang - Jawa Tengah

Rabu, 25 April 2012

LINGUISTIK 6: SINTAKSIS

SINTAKSIS
Morfologi dan sintaksis adalah bidang tataran linguistik yang secara tradisional disebut tata bahasa dan gramatikal. Karaena perbedaan keduanya tidak terlihat jelas maka muncul morfosintaksis. Morfosintaksis adalah gabungan dari morfologi dan sistaksis, untuk menyebut keduanya sebagai bidang satu pembahasan. Morfologi membicarakan struktur internal kata, sedangkan sintaksis membicarakan kata dalam hubungannya dengan kata lain sebagai suatu satuan ujaran.
Pembahasan dalam sintaksis:
1. Struktur sintaksis, mencakup masalah fungsi, kategori dan peran sintaksis serta alat-alat yang digunakan dalam membangun struktur itu.
2. Satuan-satuan sintaksis yang berupa kata, frase, klausa, kalimat, dan wacana.
3. Hal-hal lain yang berkenaan dengan sintaksis, seperti masalah modus, aspek dan sebagainya.
1.1 STRUKTUR SINTAKSIS
Ada beberapa kelompok dalam sintaksis
- Kelompok pertama yaitu subyek, predikat, obyek, dan keterangan adalah kelompok fungsi sintaksis
- Kelompok kedua yaitu nomina, verba, ajektiva, dan numeralia adalah peristilahan dengan kategori sintaksis.
- Kelompok ketiga yaitu pelaku, penderita dan penerima adalah peristilahan yang berkenaan dengan peran sintaksis
Menurut Ver haar (1978) fungsi sintaksis terdiri dari S,P,O,K merupakan kotak-kotak kosong atau tempat kosong yang tidak mempunyai arti apa-apa karena kekosongannya.
Chafe (1970) menyatakan bahwa yang paling penting dalam struktur sintaksis adalah fungsi predikat. Bagi chafe predikat harus selalu berupa verba atau kategori lain yang diverbakan.
6.2 KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS
Dalam tataran sintaksis kata merupakan satuan terkecil, yang menjadi komponen pembentuk satuan yang lebih besar yaitu frase. Ada dua macam kata : kata penuh (full word) dan kata tugas (function word)
Kata penuh adalah kata yang secara leksikal memiliki makna, mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses morfologi, merupakan kelas terbuka dan dapat bersendiri sebagai sebuah satuan tuturan.
Kata tugas kata yang secara leksikal tidak mempunyai makna tidak mengalami proses morfologi merupakan kelas tertutup dan tidak dapat bersendiri.
Yang merupakan kategori kata penuh yaitu nomina, verba, ajektiva, adverbia, dan numeralia, sedangkan yang termasuk kata tugas adalah kata-kata yang berkategori preposisi dan konjungsi.
6.3 FRASE
6.3.1 Pengertian Frase
Frase adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat. Karena frase adalah satuan gramatikal bebas terkecil maka frasa berupa morfem bebas, bukan morfem terikat.
Frase tidak terdiri dari subjek – predikat atau predikat – objek. Karena frase merupakan salah satu fungsi sintaksis maka frase tidak dapat dipindah sendirian harus digunakan secara keseluruhan.
Contoh : kamar mandi tidak boleh dipisah : kamar dan mandi
Perbedaan frase dan kata majemuk yaitu :
- Kata majemuk yaitu komposisi yang memiliki makna baru atau memiliki satu makna, merupakan morfem terikat
- Frase yaitu tidak memiliki makna baru, melainkan merupakan fungsi sintaksis dan makna gramatikal, merupakan morfem bebas yang benar-benar berstatus kata.
6.3.2 Jenis Frase
Jenis-jenis frase yaitu :
a. frase eksosentrik
frase eksosentrik adalah frase yang komponen-komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Frase ini dapat mengisi fungsi keterangan. Frase eksentrik dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Fase eksosentrik yang direktif adalah fase yang komponen utamanya berupa preposisi seperti di, ke, dan dari. Frase ini disebut juga frase preposisional.
2. frase eksosentrik non-direktif adalah komponen pertamanya artikulus (sebutan).
b. Frase Endosentrik (modifikatif)
Frase Endosentrik adalah frase yang salah satu unsurnya atau komponennya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Disebut frase modifikatif karena komponen keduanya yaitu bukan komponen yang bukan inti atau hulu.
c. Frase Koordinatif
adalah frase yang komponen pembentukannya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama atau sederajat dan secara potensial dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif baik yang tunggal seperti dan, atau,maupun konjungsi terbagi seperti: baik….baik, makin…. makin, danbaik maupun.
d. Frase Apositif
Adalah frase koordinatif yang kedua komponennya saling merujuk sesamanya.
6.3.3 Perluasan Frase
Frase dapat diperluas artinya frase dapat diberi tambahan komponen baru sesuai dengan konsep atau pengertian yang akan ditampilkan.
6.4 KLAUSA
Pengertian klausa
Klausa adalah runtunan kata-kata yang berkonstruksi predikatif artinya didalam konstruksi itu ada komponen berupa kata atau frase yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain sebagai subyek, sebagai obyek dan sebagainya.
Klausa Ferbal adalah klausa yang predikatnya berkategori verba. Klausa verba dibagi yaitu:
- Klausa transitif : Klausa yang predikatnya berupa verba transitif.
- Klausa intransitif: Klausa yang predikatnya berupa verba Intansitif
- Klausa reflektif: Klausa yang predikatnya berupa verba Refleksi
- Klausa Resiprokal: Klausa yang predikatnya berupa verba Resiprokal
Klausa nominal adalah klausa yang predikatnya berupa nominal atau frase nominal
Klausa ajektifa adalah klausa yang predikatnya berupa ajektifa
Klausa adverbia adalah klausa yang predikatnya berupa adverbia
Klausa preposisional adalah klausa yang predikatnya berupa frase preposisi
Klausa numeral adalah klausa yang subyeknya berupa kata atau frase numeralia
Klausa berpusat adalah klausa yang subyeknya terikat pada predikatnya.
6.5 KALIMAT
6.5.1 Pengertian kalimat
Kalimat adalah satuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar yang biasanya berupa klausa, dilengkapi konjungsi serta intonasi final.
6.5.2 Jenis kalimat
a. Kalimat inti dan kalimat non-inti
Kalimat inti(kalimat dasar) adalah kalima yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap berdasarkan deklaratif , aktif atau netral dan afirmatif.
b. Kalimat tunggal dan majemuk
kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari satu klausa.
Kalimt majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih.
C. kalimat Mayor dan kalimat Minor
Kalimat mayor adalah kalimat yang klausanya sekurang-kurangnya memiliki unsur subyek dan predikat.
Kalimat Minor adalah kalimat yang klausanya hanya terdiri dari subyek saja, obyek, atau keterangan saja.
Biasanya merupakan jawaban suatu pertanyaan.
d. Kalimat verbal dan kalimat nonverbal
kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata / frase yang berkategori verbal.
Kalimat nonVerbsl adalah kalimat yang predikatnya berupa kata atau frase.
e. kalimat Bebas dan kalimat terikat
Kalimat bebas adalah kalimat yang mempunyai potensi untuk ujuran lengkap atau dapat memulai sebuah paragraf atau wacana tanpa bantuan kalimat / konteks lain yang menjelaskan
Kalimat terikat adalah ka;imat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap.
6.5.3 Intonasi Kalimat
Tekanan , nada / tempo bersifat fonemis pad bahasa tertentu. Artinya, ketika unsur suprasegmental dapat memebedakan makna kata karena berlaku sebagai fonem .
6.5.4 Modus , Aspek , kala ,modalitas dan diatesis
1. Modus, adalah pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara atau sikap sipembicara tebtabg apa yang diucapkannya
2. Aspek, adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal didalam suatu situasi , keadaan , kejadian atau proses.
3. Kala atau tenses , adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan eaktu terjadinya perbuatan kejadian, tindakan yang disebutkan didalam predikat.
4. Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicaraan terhadap hal yang dibicarakan.
5. Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu .
6. Ditesis adalah gambaran hubungan antara pelaku dalam kalimat dengan perbuatan yang dilakukan dalam kalimat itu.
6.6 WACANA
Adalah satuan bahasa yang lengkap, sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar
6.6.1 Kekoherensial
yaitu adanya keserasian hubungan antara unsur – unsur yang ada dalam wacana tersebut
6.6.2 Alat wacana
Alat – alat gramatikal untuk membuat wacana antara lain :
a. konjunksi : menghubungkan kalimat , antar paragraf
b. menggunakan kata ganti dia , nya, mereka, ini, dan itu sebagai rujukan anatoris
c. Menggunakan Elipsis : Penghilanggan bagian kalimat yang sama yang terdapat kalimat yang lain
6.6.3 Jenis wacana
Berkenaan sarananya :
1. Wacana lisan
2. wacana tulisan
Jenis wacana dilihat dari penggunaan bahasa :
1. wacana Prosa
2. Wacana Puisi
6.6.4 Subsatuan Wacana
Meliputi:
1. Bab
2.Subbab
3.Paragraf
4.subParagraf
6.7. CATATAN MENGENAI HEIRARKI SATUAN
Urutan heriarki satuan adalah urutan normalteoritis
Faktor yang menyebabkan terjadinya penyimpangan urutan :
1. pelompatan tingkat
2. pelapisan Tingkat
3. Penurunan Tingkat
Bagan Urutan heriarki satuan :
Wacana
Kalimat
Klausa
Kata frase kata morfem

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar