"SELAMAT DATANG DI BLOG SMK PELAYARAN WIRA SAMUDERA"
Alamat :
Jl. Kokrosono No. 70-A Semarang - Kode Pos 50179 - Telp./Faks. (024) 3559552
Kota Semarang - Jawa Tengah

Rabu, 25 April 2012

LINGUISTIK 2 : SEJARAH ALIRAN BAHASA

SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK
Studi linguistik mengalami 3 tahap perkembangan :
1. Tahap pertama (tahap spekulasi)
2. Tahap kedua (tahap observasi dan klasifikasi)
3. Tahap ketiga (tahap perumusan teori)
LINGUISTIK TRADISIONAL
Dalam pendidikan formal dikenal istilah tata bahasa tradisional (menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantik) dan tata bahasa struktural (berdasarkan ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu).
LINGUISTIK ZAMAN YUNANI
Masalah pokok yang menjadi pertentangan para linguis pada zaman yunani yaitu :
1. Pertentangan antara fisis dan nomos
Hal yang dipertanyakan para filsuf Yunani apakah bahasa itu bersifat alami (fisis) atau konvensi (nomos). Maksud dari sifat alami adalah bahasa itu mempunyai hubungan asal-usul dan sumber dalam prinsip abadi dan tidak dapat diganti di luar manusia itu sendiri (kaum naturalis). Pendapat kaum konvensional bahwa bahasa bersifat konvensi (nomos) yang artinya makna suatu kata diperoleh dari hasil suatu tradisi/kebiasaan yang mungkin bisa berubah.
2. Pertentangan antara analogi dan anomali
Pendapat para kaum analogi seperti Plato dan Aristoteles mengemukakan bahwa bahasa bersifat teratur. Sedangkan kaum anomali berpendapat bahwa bahasa itu bersifat tidak teratur.
KAUM SOPHIS
Tokohnya yaitu Protogoras dan Georgias, membagi kalimat menjadi kalimat narasi, tanya, jawab, perintah, laporan, doa dan undangan. Mereka bekerja secara empiris, pasti, sangat mementingkan bidang retorika dan membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan makna dan isi. Sehingga dikenal sebagai studi bahasa.
PLATO
Ø Dia memperdebatkan analogi dan anomali dalam bukunya Dialoog.
Ø Dia menyodorkan batasan bahasa yang bunyinya bahasa adalah pernyataan pikiran manusia dengan perantaraan onomata dan rhemata.
Ø Dialah orang yang pertama kali membedakan kata dalam onoma dan rhema.
ARISTOTELES (merupakan salah satu murid Plato)
¥ Menurutnya, ada 3 macam kelas kata yaitu onoma, rhema dan syndesmoi.
¥ Menurutnya juga, ada 3 macam jenis kelamin kata (gender) yaitu maskulin, feminin dan neutrum.
Hal yang perlu diketahui adalah dia memberikan pengertian, definisi, konsep selalu bertolak dengan logika.
KAUM STOIK
Ø Mereka membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa.
Ø Menciptakan istilah khusus untuk studi bahasa.
Ø Membedakan legein dan propheretal.
KAUM ALEXANDRIAN
Cikal bakal tata bahasa tradisional itu berasal dari buku Dionysius Thrax.
ZAMAN ROMAWI
Studi bahasa pada zaman Romawi dianggap kelanjutan dari zaman Yunani. Tokoh yang terkenal adalah Varro, dengan karyanya De Lingua Latina dan Priscia dengan karyanya Institutiones Grammaticae.
Varro dan “De Lingua Latina”
v Etimologi adalah cabang linguistik yang mnenyelidiki asal-usul kata beserta aslinya.
v Morfologi adalah cabang linguistik yang menyelidiki kata dan pembentukannya.
Varro membagi kelas kata Latin dalam empat bagian, yaitu kata benda, kata kerja, partisipel dan adverbium.
Tentang kasus, dalam bahasa Yunani ada 5 buah, sedangkang dalam bahasa Latin menurut Varro ada 6 buah yaitu nominativus, genetivus, dativus, akusativus, vokativus dan ablativus.
Mengenai deklinasi (perubahan bentuk kata), Varro membedakan menjadi deklinasi naturalis dan deklinasi voluntaris.
Institutiones Grammaticae (Tata Bahasa Priscia)
Yang patut dibicarakan mengenai buku itu :
a. Fonologi, dibicarakan tulisan/huruf yang disebut litterae (bagian terkecil dari bunyi yang dapat dituliskan). Nama huruf disebut figurae. Nilai bunyi disebut potestas. Bunyi dibedakan menjadi vox artikulata, vox martikulata, vox litterata, dan vox illiterata.
b. Morfologi, membicarakan mengenai dictio/kata. Kata dibedakan menjadi nomen, verbum, participum, pronomen, adverbium, praepositio, interjectio, dan conjunctio.
c. Sintaksis, membicarakan hal yang disebut oratio (tata susun kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai).
ZAMAN PERTENGAHAN
Dari zaman pertengahan ini yang petut dibicarakan dalam studi bahasa, antara lain :
Kaun Modistae, membicarakan pertentangan antara fisis dan nomos, antara lain analogi dan anomali. Tata bahasa spekulativa, merupakan hasil integrasi deskripsi gramatikal bahasa latin. Petrus Hispanus, pernah menjadi paus dengan gelar Paun Johannes XXI dengan buku berjudul Summulae Logicales.
ZAMAN RENAISANS
Dianggap sebagai zaman pembukaan abad pemikiran abad modern. Bahasa Ibrani dan Bahasa Arab banyak dipelajari orang pada akhir abad pertengahan. Linguistik Arab berkembang pesat karena kedudukan bahasa Arab sebagai bahasa kitab suci agama Islam. Bahasa-bahasa Eropa dan Bahasa-bahasa di luar bahasa Eropa.
LINGUISTIK STRUKTURALIS
1. Ferdinand de Saussure, merupakan bapak linguistik modern dengan bukunya Course de Linguistique Generale. Dalam buku ini dibahas mengenai konsep telaah sinkronik dan diakronik, perbedaan langue dan parole, perbedaan signifiant dan signifie dan hubungan sintagmatik dan paradigmatik.
2. Alirah Praha, tokohnya yaitu Vilem Mathesius. Dalam aliran ini dibedakan dengan tegas antara fonetik dan fonologi.
3. Aliran Gelosemantik, dengan tokoh Louis Hjemslev. Menganalisis bahasa dimulai dari wacana,kemudian ujaran itu dianalisis atas konstituen-konstituen yang mempunyai hubungan paradigmatis.
4. Aliran Firthian, terkenal dengan teorinya mengenai fonologi prosodi. Ada 3 macam pokok prosodi :
o Prosodi yang menyangkut gabungan fonem.
o Prosodi yang terbentuk oleh sendi/jeda.
o Prosodi yang realisasi fonetisnya melampaui satuan yang lebih besar daripada fonem-fonem suprasegmental.
5. Linguistik Sistematik
Di dalamnya terdapat pokok-pokok :
Ø Pertama, memberikan perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa.
Ø Kedua, memandang bahasa sebagai pelaksana.
Ø Ketiga, lebih mengutamakan pemberian ciri-ciri bahasa tertentu beserta variasinya.
Ø Keempat, mengenal adanya gradasi/kontinum.
Ø Kelima, menggambarkan tataran utama bahasa.
6. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika
Beberapa faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran linguistik :
§ Pertama, para linguis Amerika menghadapi masalah yang sama, yakni banyak sekali bahasa Indian yang diberikan di Amerika.
§ Kedua, penolakan Bloomfield untuk mentalistik sejalan dengan iklim filsafat pada masa itu di Amerika.
§ Ketiga, adanya The Linguistics Society of Amerika.
7. Aliran Tagmemik
Menurutnya, satuan dasar sintaksis adalah tagmem yang merupakan korelasi antara fungsi gramatikal/slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling dipertukarkan.
LINGUISTIK TRANSFORMASIONAL DAN ALIRAN-ALIRAN SESUDAHNYA
1. Tata Bahasa Transformasi
Syarat yang harus dipenuhi dalam tata bahasa :
Ø Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa tersebut.
Ø Tata bahasa tersebut harus berbentuk sedemikian rupa.
Tata bahasa terdiri dari 3 komponen yaitu komponen sintaksis, semantik dan fonologis.
2. Semantik Generatif
Menurut teori generatif semantik, struktur semantik dan sintaksis bersifat homogen dan dihubungkan dengan kaidah trabsformasi.
3. Tata Bahasa Kasus
Kasus merupakan hubungan antara verba dengan nomina. Verba sama juga dengan predikat dan nomina adalah argumen.
4. Tata Bahasa Relasional
Dalam tata bahasa ini dicari kaidah kesemestaan bahasa. Tiga macam wujud teori yang terlibat adalah seperangkat simpai (nodes), seperangkat tanda relasional dan seperangkat coordinates.
TENTANG LINGUISTIK DI INDONESIA
Penelitian bahasa di Indonesia dilakukan oleh para ahli Belanda dan Eropa. Tujuannya untuk kepentingan para pemerintah kolonial. Gema konsep linguistik modern itu baru tiba di Indonesia akhir tahun 50-an. Atas prakarsa sejumlah linguis senior, berdirilah organisasi kelinguistikan yang diberi nama Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI).
Sesuai fungsinya sebagai bahasa nasional, bahasa persatuan dan bahasa negara, maka bahasa Indonesia menduduki tempat sentral dalam kajian linguistik pada masa ini, baik dalam maupun luar negeri.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar