"SELAMAT DATANG DI BLOG SMK PELAYARAN WIRA SAMUDERA"
Alamat :
Jl. Kokrosono No. 70-A Semarang - Kode Pos 50179 - Telp./Faks. (024) 3559552
Kota Semarang - Jawa Tengah

Minggu, 18 Maret 2012

SISTEM KELISTRIKAN KAPAL


DOKUMEN YANG HARUS DI KLAS KAN ANTARA LAIN:
  • SINGLE LINE (ONE LINE) DIAGRAM DARI:
1.      Pembangkit listrik utama dan darurat
2.      MSB (main switch board)
3.      Sistem penerangan
4.      Sistem-sistem yang terdapat interkoneksi
5.      Sistem komunikasi, navigasi dan keselamatan
6.      Sistem general-alarm
7.     Di dalam gambar single line juga harus terdapat jenis dan ukuran kabel serta kapasitas dan jenis dari pengaman (breaker)
  • PERHITUNGAN ATAU KALKULASI DARI:
1.  Arus hubung-singkat (short-circuit current) untuk masing-masing panel yang terpasang
2. Power load untuk mengetahui total beban yang harus ditanggung genset untuk tiap kondisi kapal
3.  Power balance untuk mengetahui rating kerja dari genset yang terpasang serta total daya pada peralatan continue dan intermittent untuk kondisi kapal dengan kebutuhan listrik terbesar
TAHAP-TAHAP PEMILIHAN GENSET:
·  Perhitungan sistem penerangan dan stop kontak
·  Perhitungan total beban listrik di kapal (beban continuous dan intermittent) untuk setiap kondisi
·  Estimasi pemilihan genset berdasarkan perhitungan total beban listrik
PERHITUNGAN SISTEM PENERANGAN
            Perhitungan ini digunakan untuk menentukan jumlah lampu dan stop kontak yang dibutuhkan untuk setiap ruangan. Setiap lampu yang menggunakan armature (tempat lampu), memiliki koefisien pancar cahaya yang berbeda-beda untuk setiap jenisnya. Parameter lainnya adalah, luas dari bagian yang akan disinari, tinggi bidang kerja, besarnya intensitas cahaya yang dibutuhkan ruangan sesuai dengan fungsi ruangan tersebut, faktor refleksi dari warna yang terdapat di dinding, lantai serta atap ruangan tersebut, indeks ruangan serta faktor depresiasi (k).
clip_image002
Dimana :         p          = panjang daerah yang akan disinari
                        l           = lebar daerah yang akan disinari
                        h          = ketinggian bidang kerja
                Untuk menentukan efisiensi armature, untuk nilai k<0.6 maka efisiensinya dapat langsung menggunakan efisiensi untuk nilai k=0.6, sedangkan untuk nilai k>5 maka efisiensinya dapat langsung menggunakan efisiensi untuk nilai k=5. Sedangkan jika nilai k adalah 0.6<k<5, maka harus dilakukan interpolasi untuk mendapatkan efisiensinya.
                Jumlah, jenis dan daya lampu yang digunakan dapat divariasikan untuk setiap armature, tergantung produksi dari pabrik.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar