"SELAMAT DATANG DI BLOG SMK PELAYARAN WIRA SAMUDERA"
Alamat :
Jl. Kokrosono No. 70-A Semarang - Kode Pos 50179 - Telp./Faks. (024) 3559552
Kota Semarang - Jawa Tengah

Senin, 12 Maret 2012

GAMBAR MESIN : PENUNJUKAN UKURAN

Penunjukkan ukuran Merupakan syarat penting untuk melengkapi gambar Teknik yaitu :
  • Mencatat/menulis semua ukuran yang diperlukan untuk membuat potongan benda kerja.
  • Jangan menulis nilai ukur terlalu banyak, yang tidak perlu atau tidak masuk akal.
  • Cara penulisan ukuran yang benar.
Dalam penunjukan ukuran perlu diperhatikan :
  • Bentuk-bentuk pokok
  • Bagaimana kita mengukur ukuran saat mengerjakan dengan mesin atau perkakas lain.
Menetapkan ukuran yang perlu
Prinsip – Prinsip
  1. Ukuran yang dibuat harus jelas, sederhana dan mudah dibaca.
  2. Penunjukan ukuran harus diletakan pada pandangan depan (pandang utama) suatu benda dan menyatakan semua bagian dari suatu konstruksi benda.
  3. Jika memungkinkan, semua ukuran diletakan di luar garis benda.
  4. Functional Dimentions (F) /ukuran yang berfungsi : yaitu ukuran yang mempunyai fungsi untuk pertimbangan pemasangan (assembly)
  5. Non-Functionals (NF) : yaitu ukuran yang tidak mempunyai fungsi dalam pemasangan (assembly)
Auxilary Dimentions (Aux) : yaitu ukuran bantu yang diberikan tanpa toleransi, hanya sebagai informasi.
















Aturan dasar pemberian ukuran :
  • Bentuk Ukuran
Proses definisi suatu ukuran, lokasi dan komponen geometris pada gambar teknik atau gambar lainnya.
  • Terdapat 2 type bentuk ukuran yang dipergunakan :
1.Dimensi Ukuran Ukuran dari komponen geometris dari suatu bagian (Diameter silinder atau lebar sebuah lingkaran/lobang).  
2.Dimensi Lokasi Penempatan semua komponen geometris yang mempunyai hubungan satu sama lainnya (jarak antara bagian tepi dan pusat suatu    lingkaran/lobang.

Pembuatan Penunjukkan Ukuran


Keterangan :
a.Kelebihan garis batas ukuran + 1 – 2 mm
b.Ekor panah + 2 mm
c.Tinggi angka ukuran + 3,5 mm
d.Jarak angka ukuran dari garis ukuran + 1 mm
e.Jarak garis ukuran terhadap garis benda + 10 mm
f.Jarak antara tiap-tiap garis ukuran + 10 mm (Bila ruang gambar tidak  memungkinkan dapat dikurangi, asal serasi)
g.Ukuran yang tidak mungkin dibuat anak panah dapat diganti dengan titik atau garis miring.

Letak Ukuran
Semua angka ukuran harus diletakkan diatas garis ukuran/penunjukkan.
–    Ukuran horisontal terletak diatas garis ukuran
–    Ukuran vertikal terletak disebelah kiri garis ukuran (caranya dengan memutar kertas gambar 900 searah jarum jam)
  • Angka-angka ukur yang tidak horisontal atau vertikal, harus ditulis sesuai garis ukurnya
  • Penulisan ukuran sudut ditulis sesuai garis busurnya
Garis Bantu, Tanda Panah, Huruf/Angka

Garis bantu –> Garis tipis
–    Gambar kepala panah digambar pada garis pembantu dan besarnya    disesuaikan dengan tebal garis benda
–    Angka/Huruf ukuran diletakkan ditengah-tengah garis penunjukkan ukuran, besarnya disesuaikan dengan gambar benda.
–    Jika mungkin, garis penunjukkan ukuran jangan sampai memotong garis bantu
–    Ukuran lebih panjang diletakkan semakin menjauhi gambar benda

Ukuran Pembantu
Hanya sekedar membantu untuk lebih menjelaskan ukuran yang berfungsi, tanpa ukuran inipun, pembuatan benda sudah dapat dilaksanakan, oleh karena itu ukuran ini “tidak harus” dibuat. Bila diberikan, penulisannya harus didalam “Tanda Kurung“.



Penambahan Huruf dan Simbol

Keterangan :
  1. Simbol Ø = Penampang bagian berbentuk bulat
  2. Simbol p = Penampang bagian berbentuk bujursangkar (bila bentuk penampang sudah jelas bulat/bujursangkar maka simbol Ø dan p tidak boleh digambar
Jarak Lingkaran
Penunjukkan ukuran jarak lingkaran ditentukan dari titik pusat lingkaran, bukan dari sisi lingkaran.















Radius dan Diameter Bola
















Tali Busur, Busur dan Sudut

Sudut

Benda Simetris
  • Penunjukkan benda simetris dengan menambahkan tanda simetris
  • Ukuran dari bagian benda yang simetris digambar dengan garis sumbu yang sama

Susunan Ukuran
  1. Ukuran Paralel
    Cara pemberian ukuran ini, yang lebih dipentingkan adalah ukuran-ukuran untuk tiap elemen terhadap suatu garis referensi atau titik dasar

  1. Ukuran Berantai
    Cara pemberian ukuran ini dipakai bila jarak antara setiap elemen harus lebih diperhatikan.

  1. Ukuran Kombinasi
    Mengingat berbagai variasi kepentingan, maka pada prakteknya cara inilah yang paling banyak dipergunakan.


Sumber : http://agusni.wordpress.com/2011/12/01/penunjukan-ukuran/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar