"SELAMAT DATANG DI BLOG SMK PELAYARAN WIRA SAMUDERA"
Alamat :
Jl. Kokrosono No. 70-A Semarang - Kode Pos 50179 - Telp./Faks. (024) 3559552
Kota Semarang - Jawa Tengah

Minggu, 06 Juli 2014

ARTI NAMA SATUAN BATALYON TARUNA


ARTI NAMA SATUAN BATALYON TARUNA
‘TIRTA AMERTA WIRA BRATA”

(1)              Nama Satuan Batalyon Taruna SMK Pelayaran Wira Samudera terdiri dari empat kata yaitu, “TIRTA, AMERTA, WIRA, dan BRATA”.
(2)               Kata “TIRTA”, atau “AIR”, secara filosofis mengandung makna sebagai berikut:
a.      Air merupakan zat yang terhampar diseluruh bumi, baik di dalam, pada permukaan, dan di angkasa. Air menjadi penghidupan dan sumber kehidupan. Dimana ada air maka di situ ada kehidupan.
b.      Satuan Batalyon Taruna mampu bersifat dan berfungsi seperti air, mampu merambah dan berada pada semua lapisan kehidupan masyarakat baik masyarakat bawah, menengah, maupun atas.
c.       Eksistensi Satuan Batalyon Taruna harus mampu memberi kehidupan dan menjadi sumber kehidupan kepada siapa saja. Maksudnya adalah bahwa Satuan Batalyon Taruna mampu :
(i)                     membebaskan anak bangsa dari kebodohan, kebrutalan, dan dekadensi moral dengan berlandaskan pada kejernihan hati (bijaksana) sebagaimana kejernihan air dan selalu memberi kesejukan; 
(ii)                  menjadi sumber ajaran tentang keutamaan-keutamaan hidup, keluhuran budi, dan kemuliaan akhlak, hingga taruna-taruni mampu membedakan yang buruk dari yang baik, yang tidak sah dari yang sah, yang tidak wajar dari  yang wajar, yang tidak boleh dari yang diperbolehkan, yang tidak umum dari yang umum, dan yang batil dari yang khaq;
(iii)               menjadi terang bagi yang berada dalam kegelapan, memberi kepastian kepada yang sedang dalam kebimbangan, memberi penghiburan kepada yang sedang dalam kesedihan, memberi harapan kepada yang berputus-asa, dengan landasan kerendahan hati dan rasa cinta yang mendalam dan abadi.
(iv)            menyadarkan taruna-taruni akan jati dirinya yaitu sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa,  untuk terus berbakti dan mengabdi, berserah diri di bawah kuasa, ampunan, dan anugerahNya.
(3)               Kata “AMERTA”, berarti “tidak dapat mati atau abadi”, “kalis saka pati (jawa)”. Tirta Amerta adalah air kehidupan, tentu yang meminumnya akan terbebas dari kematian dan memasuki keabadian. 
Makna bagi Satuan Batalyon Taruna adalah sebagai berikut:
a.      Bahwa Satuan Batalyon Taruna harus menjadi jiwa taruna-taruni dan orang lain, untuk memasuki keabadian, dengan jalan menjadi manusia yang selalu waspada terhadap kejahatan, selalu awas marang waskithaning urip, lan eling marang sangkan paraning dumadi.
b.      Satuan Batalyon Taruna diharapkan mampu membawa taruna-taruni menjadi manusia sejati dan sejatinya manusia guna memasuki alam keabadian dalam makna “manunggaling kawula lan Gusti”, yaitu ketika manusia mampu memasuki alam Tuhan Yang Maha Kuasa (Surgaloka) disini manusia tidak dikuasai oleh kematian, bahkan manusia memiliki cahaya kemuliaan Tuhan.
c.       Dalam makna yang lain bahwa Satuan Batalyon Taruna akan tetap hidup seiring dengan Sang Waktu, tidak akan sirna untuk mengiringi perjalanan SMK Pelayaran Wira Samudera meraih cita-citanya (visinya).
(4)               Kata “WIRA”, berasal dari kata “PERWIRA” yang artinya Kesatria. Kesatria adalah sosok pribadi yang penuh dengan kerendahan hati (anoraga) dan keluhuran budi. Ia adalam manusia muda yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
a.      Berbudi bawa leksana, yaitu orang yang mendarma-baktikan hidupnya untuk kepentingan bangsa, negara, dan sesama atas dasar rela (rila) dan legawa (jauh dari sifat iri dan dengki), loyal dan berdedikasi tinggi.
b.      Berwibawa, yaitu manusia konsisten dalam kata dan sikap, konsekuen akan semua yang dilakukan. Ia manusia “PRASAJA lan WALAKA (Jawa), tansah prayoga ing salir tumindak (jawa),  selalu sederhana dan bersahaja, setia janji, selalu memelihara harga diri melalui perkataan, perbuatan, dan penampilan  sebagaimana pepatah jawa “ajining diri saka lathi, ajining sarira saka busana”, tidak melakukan perbuatan yang memalukan, dan menjunjung tinggi kejujuran. 
c.       Sentosa, berpihak dan berpijak pada kebenaran dan keadilan, yaitu sosok manusia yang teguh pada pendirian, dan kuat memegang prinsip, selalu sadar (eling ) dan waspada  akan sesuatu yang salah dan yang benar,  selalu menghindari kejahatan, kemungkaran, dan ketidakadilan.
d.      Gembira, tidak berarti senang karena mampu mewujudkan kehendak napsunya, tetapi merasa tenang dan tenteram hidupnya ketika mampu melakukan kebajikan, merasa kecewa akan kesalahan-kesalahan masa lalunya.
e.      Bugar dan Enerjik, yaitu selalu menjaga kebersihan dan kesehatan tubuhnya, memiliki kesaptaan jasmaniah.
f.        Rahayu, artinya selalu berkehendak untuk berbuat kebajikan demi kepentingan orang lain, bijaksana, dan cinta damai dengan tujuan “memayu hayuning bawana”.
g.      Marsudi Kawruh, artinya pembelajar sepanjang hayat dengan semboyan 3L (Life Long Learning), sangat menghargai waktu dan kesempatan.
h.      Samadi, yaitu manusia yang mampu menahan hawa nafsu, rasa lapar dan dahaga, dalam rangka mewujudkan dirinya sebagai manusia yang memiliki N4 (  “Nang, Ning, Nung, dan Neng”). Nang dari kata “Tenang” untuk meraih kemenangan, Ning dari kata “Wening, bening, artinya jernih dalam hati dan pikirannya, Nung dari kata “Dunung”, artinya mampu membedakan yang baik dan yang buruk, dan Neng dari kata “Meneng”, artinya diam, tidak mudah berkata-kata, mengucapkan hal yang benar, hanya berbicara mengenai hal-hal yang berguna, yang membangun orang lain, setiap ucapan memiliki landasan yang tertentu (ora waton ngomong, nanging ngomong sing nganggo waton = tidak asal bicara, tetapi bicara yang memiliki landasan)
(5)              Berpijak pada uraian di atas, taruna-taruni sebagai anggota Satuan Batalyon Taruna diharapkan memiliki watak dan jiwa  kesatria yaitu manusia yang terus-menerus  membangun citra dirinya sesuai dengan sifat-sifat kesatria).
(6)               Kata “BRATA”, artinya tindakan pengendalian diri: dalam ajaran Hindu ada tiga -- yang mesti dilakukan berkaitan dengan Brata Syiwaratri, yaitu tidak tidur selama 36 jam, berpuasa selama 24 jam, dan tafakur memusatkan pikiran pada Allah. Sedangkan makna dari kata “BRATA” pada Nama sebagaimana yang dimaksud pada Nama di atas adalah tindakan atau “laku utama” (perilaku unggul) dalam menjalankan tugas/kewajiban hidup yang dilandasi keteguhan hati/konsistensi meskipun harus melewati kesukaran besar, namun pantang menyerah karena selalu memegang teguh  sumpah (janji) yang telah diucapkan.
(7)               Simpulan makna yang terkandung dalam Nama TIRTA AMERTA WIRA BRATA bagi Satuan Batalyon Taruna SMK Pelayaran Wira Samudera adalah:
“Perjalanan seorang kesatria untuk mendapatkan air kehidupan (ilmu yang bermanfaat) dengan cara menjalani laku utama (tindakan mulia) demi tercapainya kesempurnaan hidup materiil dan spirituil, lahir dan batin,  dunia dan akhirat.”

ooo0ooo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar